Nama Andatu singkatan dari anugerah datang dari Tuhan. Bisa juga singkatan dari Andalas dan Ratu, kedua orang tuanya.
Andatu,
bayi badak yang lahir di Way Kambas, Lampung, Sabtu dini hari (23/6).
Kelahiran badak Sumatra di penangkaran baru terjadi tiga kali dalam satu
abad terakhir. Kelahiran bayi jantan ini merupakan yang keempat di
penangkaran.(Mongabay)
Ratu (12), induk betina badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis),
tiduran di bawah pepohonan Taman Nasional Way Kambas, Lampung, Senin
(25/6). Andatu, bayinya yang baru berumur tiga hari, tenang menyusu.
Pemandangan itu tidak biasa. Bahkan, sangat istimewa. Andatu
merupakan bayi badak Sumatra pertama di Asia yang lahir dari perkawinan
induk di penangkaran. Ayahnya, Andalas (11), pejantan yang lahir di
Kebun Binatang Cincinnati, Amerika Serikat, yang di tahun 2007,
didatangkan dari Suaka Rhino Sumatra (SRS).
Kelahiran Andatu sangat dinanti banyak pihak. Bayangkan, sejak
penangkaran badak pertama kali, 124 tahun silam di India. Tak heran,
begitu Ratu hamil lagi (dua kehamilan sebelumnya keguguran), tim dokter
dari Indonesia, Australia, AS, dan Badan Konservasi Dunia (IUCN)
mencurahkan perhatian khusus.
Proses Ratu melahirkan di salah satu kandang SRS dipantau ketat lewat
kamera khusus, hingga kelahiran Sabtu pekan lalu (23/6) pukul 00:45.
"Begitu lahir, kami bersorak melebihi merayakan gol," kata Widodo
Ramono, Direktur Eksekutif Yayasan Badak Indonesia (Yabi) di Kementerian
Kehutanan, kemarin.
Menurut Susie Ellis, juga dari Yabi, pihaknya optimis anak badak ini
akan terus berjuang untuk hidup. Andatu, tambahnya, juga merupakan
bayi badak yang menggemaskan. "Kami semua tidak bisa berhenti tersenyum
sejak tahu dia bisa hidup dan sehat," kata Susie. Kelahiran Andatu juga
menjadi sejarah lain karena menjadi kelahiran pertama di penangkaran
Sumatra yang diabadikan lewat video.
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, yang baru tiba dari Brasil kemarin,
langsung memilih nama Andatu. "Kependekan dari anugerah datang dari
Tuhan. Bisa juga singkatan dari Andalas dan Ratu," kata dia. Pilihan
nama lain, Abadi dan Arjuna.
Baca berita sebelumnya: Way Kambas Sambut Kehadiran Anak Badak Langka
Menginspirasi
Kelahiran hidup Andatu, setelah dua kali Ratu keguguran, diklaim
keberhasilan penangkaran badak Sumatra di Indonesia. Untuk itu, Zulkifli
menegaskan pemerintah akan melanjutkan proyek serupa di TN Ujung Kulon,
guna menambah populasi badak Jawa yang jumlahnya tak beranjak dari 50
ekor.
Tahun 1998, penyelamatan badak Sumatra yang berjumlah 200 individu di
belantara Sumatra, dimulai dengan pembangunan Suaka Rhino Sumatra.
Penghuni awalnya badak betina, Ratu, Rosa, dan Bina, serta badak jantan
Torgamba yang mati tahun lalu.
Tahun 2007, pejantan Andalas didatangkan dari AS. Andalas juga salah
satu bukti kesuksesan kelahiran badak Sumatra di kebun binatang, 13
September 2001. Induknya dari Sumatra.
SRS yang berukuran 100 hektar dibagi empat, sesuai jumlah
penghuninya. Tiap hari mereka diamati dan dipelajari. Khusus Ratu, yang
mau kawin dengan Andalas, petugas memberi vitamin dan gizi agar rahimnya
kuat dan embrionya sehat.
Konservasi badak sulit karena sifat penyendiri. Kalau sedang tidak mood, badak jantan dan betina bertengkar. Si betina hanya punya masa subur 24 hari. Masa paling memungkinkan pembuahan hanya empat hari. Di tengah suka cita menyambut Andatu, pemerhati badak Sumatra kembali berharap: Andalas dan Rosa mulai berdekatan.
SOURCE : http://nationalgeographic.co.id

No comments:
Post a Comment